Meine

My life, My adventure, My story..

Pages

Amazing, Wansus Komandan KRI Dewaruci !!

Kala itu malam hari Jumat (30/5), Sari teman seperjuangan saya di Identitas ditugaskan untuk mewawancarai komandan KRI Dewaruci, Letkol laut Anung Sutanto. Berhubung tak ada yang menemani, ide iseng untuk pergi menikmati indahnya dunia pun muncul. Saya bergegas menemaninya, kami berangkat sekira pukul 20.00 waktu Identitas.

Kami beranjak hanya bermodalkan peta buta bahwa ia (sang komandan) berada di pelabuhan kota Makassar. Meski masih buram dengan gambaran keberadaan orang yang dicari, kami berangkat saja dengan semangat dimana ada usaha di situ ada jalan. Sebelum berangkat, kami bertemu kak Mustafa salah seorang senior Identitas dia memesan agar kami bertanya sama senior yang telah menjadi wartawan pasti mereka mengetahuinya. Muncullah ide untuk menghubungi kak Rahman, litbang kami (saya dan Sari) ketika magang yang sekarang telah menjaadi wartawan V Channel. 
Berkat memengah teguh amanat yang diberi, kami mendapat informasi bahwa sang komandan berada di Pangkalan Angkatan Laut Lantamal. Perjalanan dimulaaaaaaaaaiiiii~
 
Ketika pukul 20.30 WITA, kami sudah mulai nyasar setelah melalui pelabuhan Soekarno Hatta dan sekarang tak menahu jalan menuju pangkalan Angkatan Laut. Untung saja, Sari memiliki seorang teman yang membantu kami sampai ke tempat tujuan. 
Inilah tampakan KRI Dewaruci ketika kami sampai!!!! Luar biasa kan ?
Fotografer handal (Sari) + KRI Dewaruci

KRI Dewaruci di malam hari + objeknya (Frans)

 Sesaat setelah sampai di KRI Dewaruci, ternyata sang komandan yang dicari sedang tidak berada di kapal. Ia keluar sebentar dan entah jam berapa akn kembali, sedangkan waktu berkunjung di pangkalan laut maritim ini hanya sampai jam 22.00 WITA saja. Membangkitkan naluri door stop, kami putuskan untuk menunggu sang kapten sambil berkeliaran menggubrek seisi kapal. Berikut ini keseruannya ! 

Papan nama KRI Dewaruci

Lonceng KRI Dewaruci sejak tahun 1953 dipasang

 Stir kemudi kapal

Kompas yang digunakan kapal Dewaruci

Layar tinggi kapal Dewaruci

Ini dia kakak Supriadi yang nemenin jalan-jalan di kapal 

Kak Supriadi bareng Sari 

Tak terasa segubrek kisah sudah diceritakan bersama kak Supriadi, mulai dari sejarah KRI Dewaruci, suka duka hidup di lautan, apa-apa yang dikerjakan selama di kapal, hingga kisah bersama orang yang dicintai yang terbatasi lautan. Dari hasil perbincangan yang diakhiri pada pukul 22.30 WITA banyak hal yang menarik yang saya dapatkan. 
Ternyata kapal yang saya naiki ini telah melanglang buana selama dua kali sejak awal terbentuknya pada tahun 1953. Kapal buatan Jerman ini digunakan sebagai kapal latih para taruna dalam mengaplikasikan ilmu navigasi astronomi. Dari sekian juta negara yang dikunjungi menurut keterangan dari kak Supriadi Negara India memiliki laut yang paling kotor, untuk masalah penipuan banyak terjadi di daerah timur seperti Mesir yang ia temukan, dan untuk keamanan yang paling ribet ialah ketika masuk ke dermaga Amerika.

Lama berada di atas kapal, dan komandan tak kunjung datang-datang kami disarankan kembali di keesokkan paginya jam 07.00 teng saat apel dimulai. 
Petualangan sesungguhnya terjadi di sini, saat tekad harus mendapatkan sang  narasumber jam 07.00 teeeeeng! 

Ide gila pun muncul ketika Sari tak ingin pulang ke Identitas (baca : rumah kecil kami) karena jika pulang pasti tidur lelap akan menemani kami hingga siang hari dan tak berhasil mendapatkan yang dicari. Motor berlaju kencang hingga tampakan masjid mengalihkan pandanganku. 

Saya : Nginap di masjid aja yah kitanya ? *sambil menunjuk ke arah masjid Al-Markas*
Sari : Hm, iyayah. bolehlah?  Tapi motor?
Saya :  *sambilmeliriksekitar* *takadasatpam* Tempat ini tak aman.Cari masjid yang lain aja deh :D
 Gagasan aneh lain muncul kantor polisi, rumah warga, rumah teman yang entah siapa, hingga ke rumah sakit, dan mushalla rumah sakit tempat yang disepakati akhirnya. 

Berkeliling dengan Suzuki Mio Fizzy, kami berhenti tepat di depan RS Bersalin Ibu &Anak St. Khadijjah berbekal sebotol pulpy orange sebagai pemuas dahaga, jejak kaki kembali bertualang mencari mushalla untuk beristirahat. Mempelajari keadaan sekitar, mindset kami bahwa tempat ini aman. Akhirnya, kami beristirahat dan memutuskan harus bangun pukul 05.00 WITA agar Sari dapat shalat  magrib dan kami langsung menuju TKP. 

Pagi hari tiba, jam 05.00 WITA kami bangun, memperbaiki penampilan sejenak, shalat untuk Sari dan beranjak mencari bubur ayam sebagai pengganjal perut dan langsung eksekusi ke Pangkalan Angkatan Laut Lantamal. 

Keindahan pagi hari itu di kapal itu ini........ ! 
Apel pagi taruna Akademi Angkatan Laut (AAL)


Berkumpul susun strategi sebelum keberangkatan 

Keindahan tekad di pagi hari ini menghantarkan bertemu dengan sosok komandan sesungguhnya. 

Letkol laut Agung Sutanto
Setelah, di wawancarai khusus oleh Sari. Akhirnya kita foto bareng nich.. 
Lihat yang lebih lebar senyumnya ;) 
 Bahagianya senyumnya :D

Kisah lain di akhir sebelum keberangkatan KRI Dewaruci !
Sari bareng kakak taruna 

Marching band dari Pangkalan  Angkatan Laut Lantamal

 Persembahan taruna AAL kepada masyarakat Makassar

Masih, drum band  dari Pangkatan Laut, liput pameran di Desa Bakti Hati


Sang komando Letkol Anung menunjukkan tempat keberadaan kita

Good Bye KRI Dewaruci, Next trip Bali. Be careful!

Salamku untuk laut Indonesia dan Dunia. Senang bisa menginjakkan kakiku di atas kapalmu, terima kasih atas semua kisah-kisah indahnya. :) 
Terima kasih Tuhan, kau pertemukan lagi satu keindahan di alammu selain hutan, gunung, tebing. 
Our sea is amazing. Someday, i will be go adventure in there!!!!!!!!!










 

0 comments:

Post a Comment