Butir-butir itu kini turun lagi dari langit
Tanpa permisi, ia basahi tempatku bernaung
Mungkin ini sudah waktunya bertamu
Hanya saja tak ada persiapan khusus menyabut
Kedatangannya memang memberi warna baru,
harapan baru, serasa impian sudah digengaman
Namun, tak semua insan dapat memahami itu
Banyak gerutuan justru terdengar ketika ia datang
Entah kata yang tepat untuk maksud mereka
Marah kadang terlontar ketika ia tak ada
Malah ketika adapun juga tak ada syukur
Inilah yang dikatakan hidup itu ?
Tak pernah bersyukur dengan apa yang diberi
Tak ada sadar jika tak celaka
Tak ada syukur jika tak ada musibah
Haruskah ia terus disalahkan ?
Akan banyaknya bencana yang terjadi ?
Ia juga sungguh tak paham apa yang ia lakukan
Hanya mengalir dari tempat tinggi ke rendah
Dari hulu ke hilir
Hanya itu yang dia pahami
Sama seperti ketika ku ketikkan ini,
Hanya satu yang ku mengerti
Aku hanya berputar terus
Sampai kembali ke titik yang rendah
0 comments:
Post a Comment