Sebelum semakin aneh, sok atuh dibaca!
Saya lahir dengan diberi nama lengkap FRANSISKA SABU WOLOR oleh kedua orang tua. Nama Fransiska diberi karena mengadopsi nama "Santa Fransiska Cabrini"
sebagai santa pelindung. Nama Sabu ku sandang karena merupakan nama nenekku dan Wolor ialah fam atau marga dari keluargaku.Secara singkat inilah asal muasalnya. Secara lebar, silahkan dibaca kisah Santa Fransiska Cabrini ;)
Pemilihan nama santa Fransiska padaku terindikasi karena kelahiranku pada bulan Desember tepatnya tanggal 12. Sebenarnya Santa Fransiska Cabrini dinobatkan sebagai santa pelindung
orang-orang yang lahir pada tanggal 22 Desember. Namun, di balik
penggunaan nama Santa tersebut, saya memiliki satu kesamaan dengan Santa
Fransiska ini yaitu kami sama-sama tak dapat "berenang".
Kisah hidup Santa Fransiska Cabrini
Santa Fransiska Cabrini
Fransiska dilahirkan pada tanggal 15 Juli 1850. Sebagai seorang anak yang dibesarkan di Italia, ia berangan-angan untuk suatu hari kelak menjadi seorang misionaris yang diutus ke Cina.
Ia menghanyutkan perahu-perahu kertasnya ke sungai untuk menghidupkan
“khayalannya”. Perahu-perahu kertas itu berlayar untuk membawa para
misionaris ke Cina. Dan Fransiska pun mulai berpantang permen karena di
Cina mungkin ia tidak akan lagi dapat menikmatinya. Namun demikian,
ketika Fransiska telah dewasa, ia tidak diterima di kedua biara di mana
ia ingin bergabung. Kesehatannya tidaklah terlalu bagus.
Ia mengajar di sekolah untuk beberapa waktu lamanya. Kemudian seorang
imam memintanya untuk membantu di sebuah panti asuhan kecil. Amatlah
berat bagi Fransiska membantu di sana oleh karena wanita pengurus panti
tersebut. Tetapi, Fransiska tetap bertahan. Beberapa wanita yang baik
hati bergabung dengannya. Bersama-sama, mereka mengucapkan kaul.
Pada akhirnya, Bapa Uskup meminta Fransiska untuk membentuk kongregasi para biarawati misionaris. Tanpa ragu sedikit pun Fransiska segera mulai. Kongregasi yang dibentuknya itu diberi nama Suster-suster Misionaris Hati Kudus. Tidak lama berselang, kongregasinya mulai berkembang, pertama-tama di Italia dan kemudian di banyak negara lain. Fransiska, yang sekarang dipanggil Moeder (artinya Ibu) Cabrini, senantiasa rindu untuk pergi ke Cina. Tetapi tampaknya Tuhan berkehendak agar ia pergi ke Amerika. Ketika Paus Leo XIII mengatakan kepadanya, “Pergilah ke barat, dan bukan ke timur,” masalahnya telah selesai. St. Fransiska Cabrini berlayar ke Amerika Serikat dan menjadi warga negara Amerika. Ia terutama membantu banyak sekali para imigran Italia. Bagi mereka, moeder Cabrini adalah ibu mereka, sekaligus sahabat mereka.
Pada mulanya, moeder Cabrini beserta para susternya harus menghadapi banyak kesulitan. Uskup Agung New York bahkan mengusulkan agar mereka pulang kembali ke Italia. Tetapi, moeder Cabrini menjawab, “Yang mulia, Bapa Suci mengutus saya ke sini dan di sinilah saya harus tinggal.” Bapa Uskup Agung mengagumi semangat juangnya, dan dengan demikian ia beserta para susternya diberi ijin untuk memulai karya mulia mereka bagi Tuhan. Banyak sekolah, rumah sakit serta panti asuhan didirikannya di berbagai negara bagian Amerika. Bersama dengan berlalunya waktu, moeder Cabrini melakukan banyak perjalanan untuk mengembangkan kongregasi serta karya-karya mereka. Selalu saja ada kesulitan-kesulitan, tetapi ia mempercayakan diri sepenuhnya kepada Hati Kudus Yesus. “Dia-lah yang melakukan segala sesuatu, bukan kita,” demikian ia akan berkata.
Moeder Cabrini wafat di Chicago pada tanggal 23 Desember 1917. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Pius XII pada tahun 1946.
Itulah kisah hidup Santa Fransiska Cabrini, semoga Fransiska Sabu Wolor sang pemakai nama pelindung itu juga diberikan kekuatan hidup dan iman yang sama teguhnya. Amin!
Tampakan Fransiska Sabu Wolor

0 comments:
Post a Comment